Apa Hukum Memotong Kuku Di Bulan Puasa?

Hukum Memotong Kuku Di Bulan Puasa

Menjaga kebersihan diri dalam islam menjadi salah satu yang sangat dianjurkan sekali. Islam sangat menyukai keindahan dan kebersihan. Bahkan terdapat peribahasa yang mengatakan kebersihan adalah bagian dari iman seorang muslim. Sebelum melakukan ibadah, islam selalu memerintahkan untuk bersuci terlebih dahulu agar terhindar dari najis, dari berwudhu hingga mandi wajib atau mandi junub. Dalam melakukan bersuci atau thaharah diatur langsung dalam islam. Dalam thaharah dianjurkan agar senantiasa menjaga kesucian dari najis. Contoh terkecil memjaga kebersihan adalah memotong kuku. Namun terdapat pertanyaan, apa hukum memotong kuku di bulan puasa, boleh atau tidak?

Memotong kuku juga termasuk menjaga kesehatan kuku agar kuman tidak bersarang di dalam kuku. Saat kuku anda Panjang kuman akan lebih mudah bersarang terlebih jika sedang menyantap makanan, makanan akan tersisa dibagian kuku dan menjadikan kuku kotor yang nantinya menyebabkan kuman banyak hidup disana.

Seseorang yang mengerti tentang kebersihan tentunya akan menjaga kebersihan kukunya. Namun, berbicara tentang memotong kuku. Memotong kuku pada hari biasa di bolehkan dan di sunnahkan pada hari jum’at. Tapi bagaimana jika kita memotong kuku saat sedang berpuasa, apakah akan membatalkan puasa? untuk menjawab pertanyaan tersebut mari simak pembahasan berikut.

Hukum Memotong Kuku Di Bulan Puasa Menurut Islam

Hukum memotong kuku di bulan puasa dalam sebuah hadist rasulullah mengatakan bahwa memotong kuku merupakan salah satu sunnah yang harus dilakukan,. Rasulullah SAW selalu senantiasa menjaga kebersihan kukunya dengan memotong kuku. Lalu apa hukumnya pada bulan Ramadhan? hukum memotong kuku di bulan puasa atau Ramadhan tentunya boleh dan tidak makruh. Mengenai pelarangan memotong kuku saat berpuasa tidak ada dasar hukum yang melarang hal tersebut.

Rasulullah sendiri selalu melakukan pemotongan kuku tidak sampai 40 hari. Banyangkan saja, jika selama kurang dari 40 hari anda tidak memotong kuku anda. Maka tentunya kuku tersebut akan Panjang dan bahkan Panjang kuku sudah melebihi bagian ujung jari sehingga pada kuku tersebut menyimpan sisa-sisa makanan yang nantinya menjadi kotor. Jika anda tidak membersihakan kuku tersebut tidak menutup kemungkinan kuku akan menjadi sarang kuman. Apalagi bagi anda yang makan menggunakan tangan, kuku tersebut dapat menjadi sumber penyakit.

Sunnahnya memotong kuku sudah Rasulullah jelaskan dalam hadist yang berbunyi “fitrah itu ada lima yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan juga memotong kumis” (HR. Bukhari). Dengan demikian maka selain menjalankan kewajiban ibadah puasa di bulan Ramadhan, sebaiknya anda juga memperhatikan sunnah seperti memotong kuku ini agar menjaga kesehatan anda.

Cara Memotong Kuku Tangan Dan Kaki Sesuai Sunnah Nabi

Segala hal dalam islam memiliki aturan dan tuntunannya, begitu juga dalam hal memotong kuku. Mungkin masih banyak yang belum tahu mengenai tuntunan memotong kuku yang sesuai dengan sunnah. Sehingga orang-orang banyak memotong kuku kapan saja sesuai keinginannya. Jika anda juga termasuk orang yang belum tahu tentang tuntunan memotong kuku sesuai dengan sunnah. Berikut adalah tuntunan memotong kuku tangan dan kaki yang benar menutut sunnah.

1. Memotong kuku tangan

Kuku bagian tangan biasanya menjadi sebuah hiasan bagi sebagian akhwat. Terkadang ada sebagian akhwat yang dikala sedang haid menghias kukunya dengan cat kuku yang berwarna, sehingga kuku terlihat lebih indah dan enak untuk dilihat. Bahkan tak jarang juga yang sampai memelihara kuku sampai kuku tersebut Panjang agar kuku lebih terlihat cantik dan indah. Padahal dalam islam kuku yang Panjang di sunnahkan untuk dipotong. Karena kuku yang Panjang tanpa disadari akan menyimpan kotoran yang secara tidak langsung akan berpindah tempat karena tangan merupakan anggota tubuh yang paling banyak digunakan.

Cara memotong kuku yang benar dalam islam yang sesuai dengan sunnah adalah dengan memotong kuku yang dimulai dari tangan kanan terlebih dahulu. kemudian kuku jari yang pertama dipotong adalah kuku jari telunjuk, jari tengah, jari manis, jari kelingking hingga yang terakhir adalah ibu jari, jika tangan kanan telah selesai maka lanjutkan ke tangan kanan dengan urutan pemotongan kuku jari sesuai dengan tangan kanan.

2. Memotong kuku kaki

Memotong kuku pada kaki mungkin tidak sesering seperti memotong kuku pada jari. Kuku kaki sendiri jarang orang perhatikan atau jarang diperhatikan kebersihannya. Karena kuku kaki jarang terlihat dan lebih tertutup. Padahal kuku kaki memiliki tekstur yang lebih keras dari pada kuku pada jari tangan, sehingga memotong kuku membutuhkan gunting kuku yang lebih besar dan lebih tajam.

Memotong kuku kaki pun terdapat aturannya yang mana memotong kuku kaki ini berbeda dengan memotong kuku tangan. Namun, memotong kuku kaki yang pertama sama dengan tangan yaitu mulai dari kanan. Memotong kuku kaki lebih mudah yaitu dimulai dari jari kelingking kemudian berurutan ke kiri sampai jari kelingking kaki pada kaki sebelah kiri.

Itulah tuntunan dalam memotong kuku yang sesuai sunnah. Memotong kuku ini harus dilakukan secara teratur agar tetap bersih. Adapula beberapa manfaat dari memotong kuku baik pada tangan atau kaki secara teratur seperti memotong kuku dapat menghindari kuku tumbuh kedalam kulit, dapat menghindari dan mengurangi dari penyebaran bakteri yang biasanya muncul dari sepatu atau kaos kaki, dapat menghindarkan dari cedera akibat kuku panjang dan tentunya menjaga diri untuk tetap sehat.

Memotong kuku merupakan hal yang sepele namun jika anda menjaganya dan selalu merawat kesehatan pada kuku dan kesehatan lainnya, anda akan senantiasa bersih dan kesehatan terjaga. Selain itu memotong kuku yang dilakukan sesuai dengan sunnah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah, itu akan mejadi sebuah pahala karena telah meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW.

Demikianlah mengenai penjelasan mengenai hukum memotong kuku di bulan puasa. Dengan pembahasan ini semoga anda selalu menjaga kebrsihan kuku baik itu kuku kaki atau kuku tangan agar terjaga selalu kesehatan diri anda. Semoga pembahasan ini bisa menjadi ilmu yang senantiasa anda amalkan. Pelajari amalan sunnah lainnya dengan menggunakan mainan edukasi super hafiz. Buku ini sangat bagus digunakan sebagai media edukasi terlebih lagi bagi pada orang tua yang menginginkan anaknya pintar dan juga shaleh.

super hafiz

Dengan menggunakan mainan edukasi super hafiz tak hanya bisa sebagai edukasi bagi anak menjadi shaleh dan pintar namun, buku ini juga bisa menjadi media untuk anda bejar juga. Dengan menggunakan mainan super hafiz ini belajar si kecil akan semakin menyenangkan. Anak bisa belajar tanpa menghilangkan waktu bermain. Mainan edukasi Super hafiz ini adalah media edukasi islami yang dirancang sebagus mungkin dengan menggunakan teknologi berbasis artificial intelegen yang akan memudahkan anda untuk mendidik anak-anak menjadi shaleh. Super hafiz sudah dibekali dengan edukasi dan berbagai pengetahuan yang akan meningkatkan pengetahuan anak semakin luas.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like